Layar Kenduren: Leburnya Sekat dalam Mengingat
Yogyakarta, 25 April 2026 — “Layar Kenduren” menjadi tajuk kegiatan pertama pre-event Sewon Screening 12. Sekat yang membatasi memori akhirnya dibuka dengan film-film yang akan diputar.
Yogyakarta, 25 April 2026 — “Layar Kenduren” menjadi tajuk kegiatan pertama pre-event Sewon Screening 12. Sekat yang membatasi memori akhirnya dibuka dengan film-film yang akan diputar.
Yogyakarta, 22 April 2026 — Sewon Screening mengawali resonansinya di tahun ini dengan mengadakan pre-event — sebuah kegiatan penayangan film-film pendek guna menjangkau penonton yang lebih luas. Dengan semangat yang bergema di penjuru Yogyakarta, Sewon Screening menawarkan film-film segar yang dapat menelisik ke dalam sela-sela ingatan penonton yang ingin mengobati luka atau bahkan membuka pandangan baru mengenai kehidupan yang selama ini mereka jalani.
Melalui tangan dingin sutradara Apri Dwi Prasetyo, film Secarik hadir layaknya mesin waktu yang membawa kita kembali ke masa sekolah dasar.
Keindahan imajinasi yang datang dari kepolosan seorang anak merupakan definisi cerdas yang menggerakkan film Suraci!
Melalui Juminten dan Septu, film ini menceritakan kisah sederhana tentang hubungan ibu dan anak yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Saking Wingking Mĕngajĕng” menjadi judul sekaligus slogan yang hidup dengan mengemban makna dari jamu. Pasalnya, jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang tak hanya berfungsi meningkatkan kesehatan, tetapi juga meningkatkan perekonomian desa.
Yogyakarta, 16 Maret 2026 — Babak baru kini dimulai namun setiap langkah maju tak akan pernah hadir tanpa adanya masa lalu yang membentuk segalanya, persis seperti kehadiran Sewon Screening 12 yang kembali menyapa melalui tema Resonance.
Kelas Bunga Matahari merupakan program pendidikan non-pemutaran dari Sewon Screening yang konsisten hadir dari masa ke masa sebagai ruang eksklusif bagi peserta untuk mengasah kemampuan bertanggung jawab terhadap karya kritik, mengembangkan cara berpikir kritis dalam menganalisis film, sekaligus memahami strategi mendistribusikan karya kritiknya. Dengan mengusung tema baru “Kritik Kritis Tepat Guna, TikTok Media Baru” Dimulai sejak pra-event secara daring pada 15–17 September 2025, Kelas Bunga Matahari kini berlanjut ke pertemuan tatap muka. Program ini resmi dimulai kembali pada 23–25 September 2025. Kelas perdana berlangsung pada Selasa, 23 September 2025, pukul 07.00–15.00 WIB di Ruang Teater Animasi, Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta. Suasana kelas berjalan penuh diskusi menarik antara pemateri dan peserta. Pemateri kelas kali ini diisi oleh Catra Wardhana yang merupakan pemenang Sayembara Menulis Kritik Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2023, selain itu ia juga seorang content creator.
Yogyakarta, 23 September 2025 — Pernahkah kamu mendapatkan beban kerja berlebihan saat syuting, bahkan hingga harus bekerja 18 sampai 20 jam sehari? Atau, pernahkah kamu terhambat oleh keterbatasan anggaran, yang memaksa kamu membuat film dengan dana seadanya? Dalam kondisi demikian, mungkinkah kita tetap memproduksi film berkualitas yang memiliki nilai? Yusmita Latif, Dosen JFA, sebagai Pemateri kali ini akan membahas beberapa tips produksi dalam program Beyond De Talk kedua Sewon Screening 11. Topik utama yang diangkat adalah manajemen waktu dalam proyek film pendek, khususnya apakah durasi syuting 12 jam sudah ideal atau tidak.
Sewon, 23 September 2025 – Ruang Beyond de Talk di Sewon Screening 11 mendadak riuh oleh diskusi yang menyoroti salah satu isu paling vital di balik layar industri film, yaitu manajemen waktu. Pemateri kali ini yaitu, Yusmita Latif, seorang Dosen, Pembuat Film, Mentor, Praktisi, dan lulusan S2 dari ISI Yogyakarta. Dimoderatori oleh Alam Ghifari, diskusi ini mengundang para sineas muda untuk merenungkan pertanyaan krusial, “12 Jam Syuting Cukup, Enggak, sih, untuk Film Pendek?”