Layar Kenduren: Leburnya Sekat dalam Mengingat

Yogyakarta, 25 April 2026 “Layar Kenduren” menjadi tajuk kegiatan pertama preevent Sewon Screening 12. Sekat yang membatasi memori akhirnya dibuka dengan film-film yang akan diputar. Sebagai pengingat tanpa sekat, Layar Kenduren membaur dengan warga sekitar Sewon. Melalui acara ini, Sewon Screening berusaha mengembalikan cerita masa lalu yang tidak lekang oleh waktu, namun menyatu dengan masa yang akan datang guna membentuk individu di masa sekarang.

Hal ini sejalan dengan esensi Layar Kenduren yang selain untuk mewadahi karya film bernuansa kekeluargaan, juga untuk memanjatkan rasa syukur serta memohon restu kepada orang-orang terdekat Sewon supaya acara yang berperan sebagai pembuka ini dapat berjalan dengan lancar sampai September mendatang. Selain itu rasa syukur dan permohonan restu tersebut juga diwujudkan melalui sesi potong tumpeng yang menjadi legitimasi atas harapan Sewon Screening 12 dalam mentransformasi ikatan secara fisik menjadi ikatan secara emosional.

Esensi yang dipegang teguh oleh Sewon Screening tersebut tidak hanya menjadi sekedar wacana. Pasalnya acara Layar Kenduren malam tadi berjalan dengan cukup baik. Acara yang diadakan di Desa Kaliputih ini disambut dengan meriah oleh warga setempat dan sangat didukung oleh para warga yang terbiasa menyemarakkan acara penayangan film di desanya. Hal ini tampak dari antusiasme anak-anak serta atensi dari bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir. Bahkan Bapak Sarjiman, selaku Ketua RT Desa Kaliputih, dalam sambutannya berharap acara ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak setempat.

Proses pendekatan Sewon Screening dapat berjalan lancar tak serta merta karena kebiasaan warga, melainkan juga berkat keramahan yang dikerahkan penuh oleh para panitia dan filmmaker. Selain itu, empat film yang membawa tema besar “Mengingat Tanpa Sekat” ini juga berhasil mengundang gelak tawa penonton. Kisah yang menggelitik hati ini tampaknya bermuasal dari kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari.

Seperti yang diungkapkan Bintang, selaku penulis naskah film Secarik dalam diskusinya, pengalaman sederhana di masa kecil para kru menjadi inspirasi utama cerita. Ia berharap film ini dapat menyentuh setiap lubuk hati penonton yang pernah atau sedang dalam fase yang sama. Antusiasme warga, keramahan panitia, dan keberhasilan filmmaker dalam berkarya menjadi momentum penting atas terjalinnya ikatan emosional yang menjadi tujuan awal Layar Kenduren.

Oleh Arina Chuuriyyah Herawati

Editor Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Penerjemah Iniko Rafa Delmora Aziz

Bagikan postingan ini melalui:
Facebook
X
WhatsApp
Telegram
LinkedIn
Komentar • 0

Tulis komentar kamu

Update Terkait