Keindahan imajinasi yang datang dari kepolosan seorang anak merupakan definisi cerdas yang menggerakkan film Suraci! Dengan imajinasi sebagai kunci utama film, Suraci yang merasa kasihan melihat ibunya terus-terusan bekerja di bawah teriknya matahari membuat Suraci ingin mendinginkan matahari dengan segudang imajinasi yang berakar di kepalanya. Namun alih-alih keberhasilan, apa yang ia usahakan justru membawanya kepada hal yang berbahaya.
Film yang disutradarai oleh Rakha Magelhaens ini kemungkinan menjadikan karya sastra Le Petit Prince sebagai referensinya. Sebab, hal ini terlihat jelas dari film yang mengambil sudut pandang Suraci sebagai manifestasi imajinasi seorang anak yang begitu luas. Tak hanya itu, kepolosan anak pun juga sangat disorot di film ini. Sebab imajinasi yang tergambarkan dengan indah di film ini merupakan cerminan dari kepolosan karakter Suraci.
Imajinasi yang terputar di dalam kepala Suraci divisualisasikan melalui planet-planet unik dengan warna yang terlihat elok sejauh mata memandang. Keelokan imajinasi tersebut juga didukung oleh penggunaan teknik mixed media yang dapat memberikan bumbu fantasi sebagai bentuk penggambaran sudut pandang anak kecil yang berwarna. Dengan begitu, keindahan imajinasi yang datang dari kepolosan anak dapat benar-benar disampaikan dengan jenius melalui film Suraci.
Penulis Arina Chuuriyyah Herawati
Editor Asi Dewiana Sandra Putri
Penerjemah Iniko Rafa Delmora Aziz
Komentar • 0
Tulis komentar kamu
Komentar • 0