Saking Wingking Mĕngajĕng (2016) — Mengayomi Filosofi Melalui Olahan Jamu

Saking Wingking Mĕngajĕng menjadi judul sekaligus slogan yang hidup dengan mengemban makna dari jamu. Pasalnya, jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang tak hanya berfungsi meningkatkan kesehatan, tetapi juga meningkatkan perekonomian desa. Sayangnya segala macam peristiwa di balik dampak besarnya jarang diperlihatkan kepada khalayak umum. Hal itu membuat film dokumenter “Saking Wingking Mengajeng” diproduksi, sebuah karya untuk mengabadikan esensi jamu yang telah dijaga oleh warga Desa Kiringan.

Film yang disutradarai oleh Nur Wulan Dari ini menyoroti perjalanan Ibu Murjiati yang berjuang keras menafkahi keluarga dengan berjualan jamu. Dimulai dari mengolah dan berjualan jamu, mengurus anak, sampai mengorganisir kelompok sosial di desanya. Film ini mengupas asam manis kehidupan Ibu Murjiati dengan sangat realistis tanpa mendramatisir keadaan. Meskipun dengan ekonomi yang terbatas,  ia menjadi simbol wanita yang berdaya dan berpegang teguh pada prinsip.

Filosofi kehidupannya pada jamu telah mengakar hingga ke warga lainnya. Seluruh makna dan esensi jamu yang tidak tampak di muka berhasil dirangkum dengan baik dalam film ini. Sebab kesehariannya tak berhenti pada mengolah jamu saja, tapi juga mengolah kehidupan supaya terus bertahan.

Penulis Arina Chuuriyyah Herawati

Editor Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Penerjemah Iniko Rafa Delmora Aziz

Bagikan postingan ini melalui:
Facebook
X
WhatsApp
Telegram
LinkedIn
Komentar • 0

Tulis komentar kamu

Update Terkait