Author name: Sewon Screening

Artikel

September ke Sewon — Layar Institut Seni Indonesia Menjadi Penutup Pra Event Sewon Screening 11

Yogyakarta, 29 Agustus 2025 — Setelah bertandang ke tiga kota di Pulau Jawa dan menyambangi komunitas-komunitas film di Jogja, Sewon Screening kembali lagi ke rumah dengan program Layar Institut Seni Indonesia (ISI). Program ini telah berlangsung di Boulevard ISI Yogyakarta, tepatnya di depan Gedung Rektorat. Layar ISI ini, dikembangkan dari pemutaran Layar Fakultas yang telah dilaksanakan Sewon Screening sebelumnya. Mengelaborasikan program Layar Fakultas Seni Rupa dan Layar Fakultas Seni Pertunjukan untuk merepresentasikan kesenian yang ada di kampus ISI Yogyakarta.

Artikel

Grebek Massal Kukuhkan Jalinan Sewon Screening dengan Komunitas Film di Jogja

Yogyakarta, 20 Juli 2025 – Grebek Massal menjadi program pemutaran puncak, mengakhiri Grebek Komunitas yang telah diadakan sebelumnya. Berkolaborasi dengan Sender Coffe, Grebek Massal ini dihadiri oleh para komunitas film dan penonton umum di Jogja. Mereka turut meramaikan program ini mulai dari sesi screening film hingga networking. Dengan ini, Sewon Screening menjadi peluang bagi para filmmaker muda untuk mencari relasi dan saling berkolaborasi.

Artikel

Sewon Screening Pererat Jaringan Melalui Grebek Komunitas

Yogyakarta, 20 Juli 2025 – Menyuguhkan kesegaran lagi di awal perjalanan dekade barunya, Sewon Screening 11 kembali menggelar program spesial bertajuk Grebek Komunitas yang telah dilangsungkan pada pertengahan Juli ini. Kegiatan ini menyambangi tiga kampus di Yogyakarta dan berkolaborasi dengan Forum Komunitas film yang ada di sana. Diantaranya ada Kine Klub UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), EMAC EDSA UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), dan Forum Film MMTC (Multimedia Training Center). Program ini menjadi bentuk apresiasi bagi ekosistem komunitas film yang telah mendukung dan berkolaborasi dengan Sewon Screening sejak satu dekade sebelumnya.

Artikel

Bandung Menyala – Kembali Hadirkan Ruang Pemutaran Alternatif dan Tontonan Segar, Memantik Diskusi Menarik

Bandung, 26 Juni 2025 – Pemberian angin segar bisa melalui berbagai medium. Asalkan bisa menciptakan wawasan baru dan pemahaman yang kritis. Menariknya, Layar Tandang Bandung kali ini, secara langsung menciptakan perspektif baru dari para penonton yang mencoba menebak-nebak. Entah itu dari filmnya, programnya, atau ruangannya. Sebelum penayangan dimulai, ada sedikit bocoran mengenai rasa takut yang dialami panitia bilamana angin segar tidak dapat terealisasikan dengan baik ke banyak penonton. Ternyata dalam realisasinya, kedatangan penonton dari beragam latar belakang yang ramai-ramai datang menghadiri acara Layar Tandang ini. Bahkan ada yang dari jauh, rela datang untuk menghampiri dan berjejaring dengan sesama pembuat film.

hwbdhsd
Artikel

Experience Menonton Dua Layar dalam Satu Ruangan

Bandung, 26 Juni 2025 – Lupakan semua yang kamu tahu tentang menonton film di bioskop. Di sudut kreatif Kota Bandung, sebuah gebrakan telah terjadi. Sewon Screening kembali berkolaborasi dengan Bahasinema, dalam gelaran Layar Tandang di dekade baru ini. Menghadirkan experience menonton yang membuat para penonton di Hallway Space bertanya-bertanya, kenapa ada dua layar?
Malam itu, seolah pertanyaan muncul dalam sela-sela bisikan dari kerumunan mahasiswa, maupun obrolan dari para pegiat sinema. Kolaborasi pemutaran Layar Tandang Bandung ini, menghadirkan sesuatu yang segar. Ditambah lagi, Hallway Space, yang dikatakan oleh sebagian orang sebagai hidden gem bagi skena Kota Bandung, menjadi wadah yang tepat untuk berjejaring dan saling berdiskusi.

Artikel

Ruang Nonton, Ruang Ngobrol Santai—Pemutaran Alternatif di Kota Lama Semarang

Semarang, 20 Juni 2025 – Usai dari Kota Pahlawan, Sewon Screening 11 kembali melanjutkan program pemutaran roadshownya dan bertandang yang kedua kalinya di Kota Lama, Semarang. Dalam program Layar Tandang Semarang ini, Sewon Screening berkolaborasi dengan Sineroom, yaitu sebuah komunitas kolektif sinema alternatif berbasis di semarang, yang berfokus pada kegiatan eksibisi dan apresiasi film. Lalu berkolaborasi juga dengan Tekodeko dan Rumah Pohan yang tengah merayakan ulang tahun satu dekadenya. Merekalah yang memfasilitasi venue untuk penyelenggaran pemutaran program ini. Dan yang spesial, Layar Indonesiana turut berkolaborasi dan mensponsori program ini. Mereka menghadirkan kegiatan Ngobrol Bahas Sinema (NGOBRAS) yang mengulik-ulik seputar ide atau gagasan yang ingin didaftarkan pada Kompetisi Produksi Film Pendek Layar Indonesiana 2025.

Artikel

Berlabuh di Kota Atlas, Dari Komunitas ke Nasional: Dua Peluang Pendanaan Film Terbuka

Sewon Screening 11 kembali hadir di awal dekade baru. Usai sukses menggelar Layar Tandang perdana di kota Pahlawan, Surabaya. Sewon Screening kini tiba di Semarang, kota Atlas yang bersejarah, menjadi saksi pentingnya geliat sinema ketika Sewon Screening 11 mendarat dengan program Layar Tandang. Di Rumah Pohan yang hangat, bukan hanya film pendek yang diputar, tetapi juga dua pintu peluang dibuka lebar lewat Sewon Short Film Fund untuk filmmaker Komunitas dan Kompetisi Produksi Film Pendek Layar Indonesiana yang menjangkau tingkat nasional.

Ulasan

Ulasan Dulhaji Dolena (2020)

Rumah menjadi tempat tinggal dan ruang aman untuk berlindung, tentunya sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Namun, keberadaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Salah satu tantangan terbesarnya adalah adanya bencana banjir, tidak hanya merusak properti tetapi juga mengganggu aktivitas harian. Menghambat mobilitas, mengisolasi akses jalan, hingga menghentikan kegiatan ekonomi, sekolah, dan rutinitas lainnya. Hal itu menimbulkan ketidakstabilan dalam kehidupan masyarakat yang terdampak. Film dokumenter “Dulhaji Dolena” karya Anita Reza Zein menangkap realitas ini lewat gaya cinéma vérité, dimana sang sutradara terlibat langsung dalam film ini, memotret kehidupan sosok Dulhaji yang bertahan hidup di tengah banjir rob yang terus menggenangi desanya.

Ulasan

Ulasan Pelabuhan Berkabut (2024)

Bapak, seringkali dianggap sebagai sosok yang menanggung beban terberat sebagai kepala keluarga dalam rumah tangga. Bapak harus memastikan kelangsungan hidup anggota keluarganya, memenuhi kebutuhan dasar, melindungi, dan bertahan di tengah tekanan hidup. Namun, bagaimana jika sistem yang ada justru menghalangi kemampuan bapak untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya, seperti akses untuk mendapatkan makanan bergizi? Film ‘Pelabuhan Berkabut’ karya Haris Yuliyanto, mengusung persoalan ini dengan metafora kepala ikan, menjadi representasi ketidakadilan dan pengorbanan dalam sistem pangan yang timpang. Ketimpangan ini bisa menjadi masalah serius karena tidak semua orang bisa mendapatkan makanan yang cukup, bergizi, dan terjangkau. Akan timpang, sebab ada wilayah dan kelompok masyarakat yang mudah mengakses makanan sehat dan bergizi, sementara yang lain kesulitan.

Ulasan

Ulasan Hari Yang Menyenangkan (2018)

Apa yang harus dilakukan ketika harus kehilangan hal paling berharga dalam hidup datang terlalu cepat, terlalu tiba-tiba, dan terlalu menyakitkan? Terutama ketika usia masih begitu muda, jiwa masih rapuh, dan dunia belum selesai dijelajahi. Bagaimana anak-anak yang belum sempat belajar menghadapi luka dipaksa menelan kenyataan yang tidak mereka minta? Bagaimana mereka bereaksi ketika dunia yang mereka kenal tiba-tiba berubah, hancur, dan meninggalkan kehampaan?