Author name: Festival Writer

Ulasan

Ulasan Flower in Fire (2024)

Dalam perbedaan-perbedaan pandangan kerap menjadi sumber masalah besar yang seakan tak pernah terselesaikan. Budaya masyarakat yang menolak perbedaan terus diwariskan dari generasi ke generasi, melahirkan diskriminasi tiada henti dan tak jarang memicu kekerasan serta ketidakadilan. Saat satu kelompok merasa terancam oleh kehadiran kelompok lain, respon yang muncul seringkali berupa penolakan dan pengucilan, yang akhirnya berujung pada konflik berkepanjangan.

Ulasan

Ulasan Spiral (2024)

Zaman kian berkembang, tuntutan hidup juga semakin kompleks setiap harinya. Manusia dengan cepat terpaksa beradaptasi, keluar dari zona nyaman miliknya. Terkadang ia diusik, diperintah paksa berlari guna menyamai zaman. Kita beradaptasi, tapi beberapa yang lain memilih untuk tetap diam, memilih bergelung nyaman di zona miliknya sendiri. Itu semua adalah pilihan, memilih untuk tetap diam ataupun beradaptasi. Tidak ada yang benar maupun salah di dua pilihan itu. Manusia memang sering dihadapkan dengan pilihan, sama halnya dengan apa yang tergambar dalam film berjudul “Spiral” ini.

Ulasan

Ulasan Meja Makan (Goodbye, Table Manner) (2018)

Keluarga merupakan tempat paling nyaman untuk kembali ketika seseorang menghadapi berbagai masalah. Selain itu, keluarga adalah tempat pertama yang menerima kita sepenuhnya tanpa syarat. Namun, kurangnya pengertian dan ketidakjujuran antar anggota keluarga dapat melemahkan fungsi keluarga, menghilangkan kepercayaan di antara mereka, dan menimbulkan konflik yang tak kunjung usai. Hal ini tergambarkan dalam film “Meja Makan,” yang mengisahkan tentang dinamika sebuah keluarga terdiri dari seorang Ayah, Ibu, dan Anak.

ALF00570
Artikel

Kilas Balik Layar Fakultas Sewon Screening 10 yang Membuat Mata Tertuju pada Kebebasan Berekspresi Seniman

Sebelum memulai kembali perjalanan Sewon Screening 11 kita akan kembali ke tahun kebelakang untuk melihat pada acara satu dekade Sewon Screening, berbagai program cukup berhasil untuk mensukseskan festival film ini, tapi ada dua program yang cukup memberi perhatian, yaitu Program Layar Fakultas Seni Rupa dan Seni Pertunjukan. Dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2024 di Boulevard ISI Yogyakarta dan 10 Agustus 2024 di Plaza Fakultas Seni Rupa. Program ini menampilkan rangkaian film yang mengajak penonton menyelami berbagai refleksi tentang kehidupan, ekspresi personal, serta kompleksitas hubungan sosial. Melalui media seni, program ini berhasil membawa penonton menyentuh sisi-sisi terdalam dari pengalaman manusia.

Artikel

Teaser Sewon Screening 11: Sebuah Kritik atau Seruan?

Menariknya, teaser ini menempatkan perempuan sebagai pusat suara dan aksi. Sebuah keputusan yang secara tidak langsung memuat muatan feminisme yang pada akhirnya tidak bisa dihindari. Suara-suara dimana perempuan dianggap lemah, perempuan tidak setara dengan laki-laki, perempuan ini dan itu, perempuan bla bla bla. Pada teaser ini, perempuan bersuara. Ia adalah perlawanan, simbol dari pembungkaman yang selama ini melekat dan menjadi budaya.

Artikel

Tidak Hanya Komunitas Film, Tahun Ini Kita Bertemu dengan Penonton Baru

Apakah jangkauan luas ini juga akan menghasilkan kualitas komunitas film yang kritis?
Ini adalah tantangan besar yang harus dihadapi oleh Sewon Screening 11. Dengan menyentuh begitu banyak individu dari berbagai latar belakang, tentu akan muncul opini yang luas dan beragam. Pengalaman dan perspektif unik setiap penonton tentu mempengaruhi cara mereka menyikapi dan mengkritisi sebuah film.