When The Blues Goes Marching In (2025) — Bersajak Dari Mimpi

When The Blues Goes Marching In adalah judul yang berakar dari lagu spiritual yang kemudian menjadi sebuah anthem sepak bola. Lagu ini menjadi sorakan kebanggaan yang lahir dari doa dan spiritualitas umat terpinggirkan di gereja-gereja kecil di Amerika Serikat yang mengharapkan sebuah kemenangan.

Dengan judul yang sama, film eksperimental karya Beny Kristia ini mengisahkan seorang pria yang memberitahu ayahnya tentang mimpi yang ia alami melalui puisi yang mengutarakan keresahan mahasiswa terhadap kondisi pemerintahan negara. Kemarahan dan keputusasaan terdengar melalui setiap bait yang dibacakan — menciptakan rasa cemas dan tidak stabil yang menjadikan kita ikut merasakan emosinya secara lebih mendalam. Tidak seperti judulnya yang seharusnya merayakan kemenangan dan kegembiraan, film ini menggunakan judul tersebut sebagai bagian dari sarkasme. 

Selain itu visualnya terasa jujur dalam menggambarkan peran mahasiswa sebagai individu yang seringkali turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi untuk berorasi mengenai keadilan kepada pemerintah negara. Dengan warna biru yang mengisi gambar-gambar cyanotype, terdapat kesan seperti sedang menyelami lautan sejarah. Film ini tidak berteriak keras namun menusuk lewat puisi dan visual yang menghantui.

Oleh Asi Dewiana Sandra Putri
Oleh Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Editor  Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Editor  Arina Chuuriyyah Herawati

Penerjemah  Iniko Rafa Delmora Aziz
Bagikan postingan ini melalui:
Facebook
X
WhatsApp
Telegram
LinkedIn
Komentar • 0

Tulis komentar kamu

Update Terkait