Menyelam Kembali ke Dalam Ingatan Sewon Screening
- Asi Dewiana Sandra Putri
- Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri
Yogyakarta, 22 September 2026 — Setelah berjalan lebih dari satu dekade, Festival Film Sewon Screening kini mengusung tema Resonance pada tahun ke-12-nya. Dari tahun ke tahun, momen-momen dari Sewon Screening diarsipkan dan diperlihatkan kepada pengunjung di sebuah pameran arsip pada periode berikutnya.
Tahun ini tim pameran tidak hanya memberikan dokumentasi ataupun poster saja sebagai bagian dari pameran, tapi pengunjung juga akan disambut dengan design yang tak biasa dari setiap instalasi yang dipajang. Setiap biliknya didesain untuk merepresentasikan tema pada setiap periodenya.
Salah satunya ada pada design Sewon Screening 10 yang bertema Persistence. Berdasarkan tema itu, tim pameran pun membentuk sebuah pola kubus yang berisikan informasi terkait tema serta beberapa film yang tayang pada masa itu sebagai representasi dari arti temanya, yaitu kegigihan atau keteguhan.
“Aku bikin bentuk kubus yang dia itu tuh kayak kuat gitu loh. Dia itu pondasi sebuah bangunan,” ujar salah satu anggota tim pameran. Jadi, selain menampilkan informasi tentang Sewon Screening periode sebelumnya, pameran juga menjadi medium visual kreatif yang selaras dengan gagasan yang dibawa pada masa di setiap instalasinya.
Selain pameran visual, ada pula film-film Sewon Screening periode sebelumnya yang ditayangkan dalam Bilik Menonton. Para pengunjung akan dipersilakan melihat-lihat katalog untuk memilih film apa yang ingin ditonton. Namun, tidak semua film di dalam katalog tersedia untuk ditonton. Beberapa file filmnya ada yang mengalami kerusakan, hilang, atau bahkan sudah ditarik oleh filmmaker-nya dan tidak diizinkan untuk dipertontonkan kembali.
Meski begitu, kehadiran Bilik Menonton ini tetap memiliki arti. Bersama pameran, jejak-jejak Sewon Screening dari tahun ke tahun menjadi terasa kehadirannya. Pameran arsip ini memperlihatkan bagaimana sebuah festival film seperti Sewon Screening membentuk identitasnya selama lebih dari satu dekade lewat berbagai karya film hingga dapat bertahan sampai sekarang.
Oleh Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri
Editor Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri
Editor Arina Chuuriyyah Herawati
Penerjemah Iniko Rafa Delmora Aziz
Komentar • 0
Tulis komentar kamu
Komentar • 0