Layar Pembuka: Permulaan Ruang Temu dari Lingkaran yang Membingkai Film Bury Us in a Lone Desert

Yogyakarta, 22 September 2026 — Setelah Sewon Screening 12 resmi diselenggarakan dengan berbagai macam rangkaian acara pada opening ceremony, film yang dinisbatkan khusus untuk membuka keberlangsungan event ini hingga 26 September mendatang pun ditayangkan. Film tersebut adalah Bury Us in a Lone Desert dari Vietnam yang dihadiri pula secara daring oleh Nguyễn Lê Hoàng Phúc selaku sutradara.

Film “Bury Us in a Lone Desert” mengisahkan seorang pencuri muda yang dikejutkan sebuah patung gipsum berbentuk wanita ketika hendak mencuri, membuat aksinya berakhir gagal karena berhasil dilumpuhkan oleh sang pemilik rumah. Anehnya sang tuan rumah tidak melaporkannya pada polisi, tetapi malah meminta sebuah permintaan terakhir: membawanya dan patung wanita yang ada di rumahnya ke sebuah padang gurun.

“Kami dari tim pemutaran dan juga tim program memilih untuk memutarkan film Bury Us in a Lone Desert karena kami rasa Sewon Screening ini juga menjadi ruang temu berbagai orang. Ruang temu komunitas dan film Bury Us in a Lone Desert itu sangat menggambarkan pertemuan tersebut gitu.” Ujar Ardhian Virgi, Program director dari Sewon Screening 12.

Virgi juga menambahkan bahwa pertemuan kecil dalam film Bury Us in a Lone Desert dapat mengubah hidup dua orang yang berakhir secara kontras; mengakhiri dan memulai hidup baru dengan meninggalkan jejak kenangan yang indah. Dari situlah Virgi berharap Sewon Screening ini juga bisa jadi titik temu dengan orang lain maupun dirinya sendiri, dan membuat mereka pergi bersama kesan yang tak terlupakan.

Pada awal film, berbagai scene ditampilkan melalui aspek rasio lingkaran yang kemudian secara perlahan berubah menjadi aspek rasio yang normal ketika memasuki adegan di padang gurun. Hal ini menarik antusiasme para audiens terlebih pada keputusan artistik dan tujuan dari penggunaan frame lingkaran yang membingkai indah setiap scene film tersebut.

Menurut Nguyễn Lê Hoàng Phúc yang menanggapi pertanyaan soal aspek rasio, selain estetika visual yang layaknya lukisan sebab elemen-elemen visualnya yang tampak lebih lembut, ia juga merasa bingkai melingkar merupakan cara manusia memandang sesuatu lebih intim dan penuh perhatian. Jadi baginya aspek rasio tersebut memberikan kesan dari sebuah narasi yang indah. 

Film ini memukau para audiens dengan tepuk tangan yang hadir begitu credit title film muncul, membuka jalan bagi rangkaian program lainnya yang akan hadir di berbagai sesi berikutnya. Ikuti terus keseruannya dan jangan lupa untuk datang ke program-program Sewon Screening 12  yang berlangsung dari 22 sampai 26 September 2026.

Oleh Christian Banyubiru

Oleh Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Editor  Arina Chuuriyyah Herawati

Editor  Arina Chuuriyyah Herawati

Penerjemah  Iniko Rafa Delmora Aziz
Bagikan postingan ini melalui:
Facebook
X
WhatsApp
Telegram
LinkedIn
Komentar • 0

Tulis komentar kamu

Update Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *