Seribu Kunang-Kunang di Jakarta (2020) — Interpretasi Kreatif dari Puisi Menjadi Film

Seribu Kunang-Kunang di Jakarta merupakan transformasi puisi karya Joko Pinurbo menjadi sebuah film pendek yang disutradarai oleh Anindya Erviana Madalina. Film ini bercerita tentang seorang penyair yang bertemu dengan gadis kecil keturunan tionghoa yang sedang membawa bulan pada malam di Mei 1998 — tahun yang menjadi jejak kelam dalam sejarah Indonesia, yaitu tragedi tidak manusiawi yang menargetkan etnis Tionghoa sebagai objek rasisme.

Semua elemen dalam puisi dikemas dengan indah ke dalam film. Salah satu contoh yang paling menonjol adalah kehadiran gadis kecil dalam film yang tercipta dari makna yang diinterpretasi sutradara menjadi sebuah metafora tersendiri.  Meskipun puisi Joko Pinurbo menjadi inspirasi utama film, sutradara dapat memperluas cerita dengan menambahkan adegan-adegan yang tidak dijelaskan di dalam puisi. Hal ini menunjukkan imajinasi yang variatif tetap dapat terealisasikan meskipun cerita tetap memiliki landasan utamanya.

Secara keseluruhan film ini cukup mudah untuk dipahami meskipun terdapat metafora yang terasa lebih rumit untuk dimengerti oleh sebagian penonton. Terutama makna dari kunang-kunang yang menjadi judul dari film ini.

Oleh Asi Dewiana Sandra Putri
Oleh Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Editor  Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Editor  Arina Chuuriyyah Herawati

Penerjemah  Iniko Rafa Delmora Aziz
Bagikan postingan ini melalui:
Facebook
X
WhatsApp
Telegram
LinkedIn
Komentar • 0

Tulis komentar kamu

Update Terkait