Anxietus Domicupus (2021) — Kurir Paket dan Kecemasannya

Bahasa biasanya menjadi salah satu patokan penonton untuk menentukan identitas karakter dalam sebuah film. Melalui kalimat yang digunakan hingga logat bisa menjadi informasi asal-usul hingga kepribadian seseorang. Dalam film ini, bahasa yang hadir adalah ciptaan yang menggabungkan bahasa Jawa, Jepang, dan Latin, sehingga terdengar sangat asing di telinga.

Anxietus Domicupus merupakan film fiksi yang menceritakan tentang seorang gadis bernama Dopaminus yang diutus untuk mengantarkan paket mi instan ke seekor gurita kuning bernama Endorfinus. Film ini adalah film fantasi yang berlatar di luar angkasa. Karena hal tersebut, bahasa ciptaan yang digunakan menjadi elemen penting dalam film, tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga menegaskan bahwa karakternya merupakan makhluk asing yang berasal dari dunia yang berbeda dari manusia pada umumnya.

Selain bahasa, ada juga hal tak biasa pada film ini yang dapat membingungkan penonton hingga menjadi sesuatu yang bersifat komedi. Hal itu ada pada pedang laser yang dipakai Dopaminus dalam melawan musuhnya. Tidak seperti Star Wars yang menggunakan pedang jeda hanya dengan menekan tombol, pedang laser dalam film ini menggunakan pulsa layaknya ponsel agar bisa memunculkan laser. Dan jika sinyalnya bermasalah maka pedangnya juga tidak bisa dipakai.

Keunikan lain juga datang dari karakter Dopaminus yang digambarkan sebagai seseorang yang terus-menerus merasakan cemas hingga harus menelan obat dan pisang untuk menenangkan diri. Sama halnya dengan bahasa, pisang sebagai pengganti air juga menegaskan tentang sebuah dunia dengan budaya dan kebiasaan yang asing. 

Visual dari film ini awalnya menggunakan animasi yang kemudian berubah menjadi film dengan karakter realistis dan efek khusus seperti CGI. Perubahan tersebut memberikan pengalaman visual yang unik karena penonton diajak berpindah dari dunia imajinatif menuju tampilan yang lebih nyata. 

Hal yang menjadi kemasan dari film ini dan juga judul Anxietus Domicupus ada pada akhir cerita dimana Dopaminus yang penuh dengan kecemasan mendapatkan ketenangan kecilnya bukan dari obat dan pisang tetapi melalui satu cup mie instan yang disantap setelah gagal ia antarkan.

Oleh Asi Dewiana Sandra Putri
Oleh Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Editor  Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Editor  Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Penerjemah  Iniko Rafa Delmora Aziz
Bagikan postingan ini melalui:
Facebook
X
WhatsApp
Telegram
LinkedIn
Komentar • 0

Tulis komentar kamu

Update Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *