Leburnya Sastra dalam Bingkai Sinema pada Acara Layar Lanskap Kaliurang

Yogyakarta, 9 Mei 2026 Menonton film di bioskop barangkali sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang kita kenal dengan baik. Kita datang ke mal, memesan tiket untuk film box office terbaru, dan duduk tenang menikmati alur cerita yang biasanya sudah berpola dan mudah dicerna. Namun, Sewon Screening melalui program Layar Lanskap menawarkan sesuatu yang berada di luar batas kenyamanan tersebut. Di sini, layar bukan sekadar tempat memutar film hiburan, melainkan sebuah ruang pertemuan antara penonton dengan gagasan yang selama ini mungkin jarang tersentuh oleh industri besar. Sewon Screening seolah menawarkan obat bagi mata yang jenuh dengan tontonan yang seragam.

Layar Lanskap: Kaliurang kali ini mengusung napas eksperimental yang sangat kental dengan balutan sastra yang mendalam. Film-film yang diputar tidak lagi terpaku pada narasi fiksi konvensional yang mengandalkan dialog yang melulu bercerita. Sebaliknya, gaya yang dibawakan lebih condong pada penangkapan suasana, penggunaan simbol yang kuat, serta eksplorasi visual yang puitis. Tema-tema yang diangkat menyentuh sisi kemanusiaan yang sunyi, mulai dari kerinduan, kehilangan, hingga kritik sosial politik yang disampaikan secara halus. Keempat film yang hadir seperti Pengais Mimpi, Bunga dan Tembok, Seribu Kunang-Kunang di Jakarta, serta Percakapan Harimau menjadi representasi bagaimana sinema dan sastra melebur menjadi satu indeks realitas.

Perbedaan mendasar antara pengalaman menonton kali ini dengan bioskop pada umumnya terletak pada keterlibatan emosional dan cara penonton memproses apa yang mereka lihat. El Rafi dari Forum Film MMTC memberikan perspektif menarik terkait menonton film eksperimental yang memberikan sensasi merasakan hasil eksperimen secara langsung dari para pembuat film yang diperuntukkan bagi penontonnya. Ada sebuah proses berbagi rasa dan percobaan yang membuat batas antara pencipta dan penikmat menjadi begitu dekat.

Perbedaan mendasar antara pengalaman menonton kali ini dengan bioskop pada umumnya terletak pada keterlibatan emosional dan cara penonton memproses apa yang mereka lihat. El Rafi dari Forum Film MMTC memberikan perspektif menarik terkait menonton film eksperimental yang memberikan sensasi merasakan hasil eksperimen secara langsung dari para pembuat film yang diperuntukkan bagi penontonnya. Ada sebuah proses berbagi rasa dan percobaan yang membuat batas antara pencipta dan penikmat menjadi begitu dekat.

Oleh Arina Chuuriyyah Herawati
Oleh Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Editor  Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Editor  Arina Chuuriyyah Herawati

Penerjemah  Iniko Rafa Delmora Aziz
Bagikan postingan ini melalui:
Facebook
X
WhatsApp
Telegram
LinkedIn
Komentar • 0

Tulis komentar kamu

Update Terkait

1 komentar untuk “Leburnya Sastra dalam Bingkai Sinema pada Acara Layar Lanskap Kaliurang”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *