Gema di Langkah Pertama: Pre Event sebagai Pembuka Acara Sewon Screening

Yogyakarta, 22 April 2026 Sewon Screening mengawali resonansinya di tahun ini dengan mengadakan pre-event — sebuah kegiatan penayangan film-film pendek guna menjangkau penonton yang lebih luas. Dengan semangat yang bergema di penjuru Yogyakarta, Sewon Screening menawarkan film-film segar yang dapat menelisik ke dalam sela-sela ingatan penonton yang ingin mengobati luka atau bahkan membuka pandangan baru mengenai kehidupan yang selama ini mereka jalani.

Pre-event menjadi gerbang antara Sewon Screening dengan penonton yang lebih beragam. Namun, alih-alih berkeliling kota untuk mempromosikan acara, Sewon Screening periode ini justru ingin lebih berinteraksi dengan warga Yogyakarta. Pasalnya, terkadang yang paling dekat justru terasa yang paling tidak dekat dengan Sewon Screening. Maka dari itu, di tahun yang ke-12 ini, Sewon Screening kembali mencoba merajut ikatan dan menyebarkan getarannya kepada khalayak yang berpijak di tanah yang sama dengan Sewon Screening. Hal ini tentu saja selaras dengan tujuan Resonance yang ingin menyentuh lapisan lapisan kesadaran yang sering luput dari penglihatan.Sebagai pembuka Sewon Screening 12, pre-event kali ini memiliki rangkaian acara yang tak kalah seru dengan main event nantinya. Sebab tak seperti sebelumnya, Sewon Screening 12 melakukan inovasi terhadap kegiatan pada pre-event. Inovasi tersebut dimulai dari pengembangan acara yang sudah ada, hingga pembaruan acara yang belum pernah diadakan sebelumnya.

Beberapa kegiatan yang dikembangkan adalah Layar Seni Rupa dan Pertunjukan yang akan dipisah penayangannya, serta Grebek Komunitas yang akan mendatangi dan menayangkan film secara internal dengan komunitas-komunitas film di Yogyakarta. Sementara itu, kegiatan baru pada rangkaian acara pre-event adalah Layar Kenduren, Layar Jamkos, dan Layar Lanskap.

Inovasi tersebut merupakan perwujudan Resonance yang digembar-gemborkan di Sewon Screening 12. Film yang ditayangkan bukan karya yang hanya berhenti pada ekspresi personal, melainkan juga sebagai momentum bagi sineas yang peduli dengan sekitar melalui karya-karyanya yang tulus. Selain itu adanya pemutaran film di pre-event ini juga menjadi manifestasi dari “meninggalkan jejak” pada setiap penonton, sehingga dialog baru dapat mengalir dengan sendirinya.

Oleh Arina Chuuriyyah Herawati

Editor Ailsa Luthfia Indrasari Laksana Putri

Penerjemah Iniko Rafa Delmora Aziz

Bagikan postingan ini melalui:
Facebook
X
WhatsApp
Telegram
LinkedIn
Komentar • 0

Tulis komentar kamu

Update Terkait