Layar Lanskap: Malioboro
Deskripsi Program
Layar Lanskap merupakan upaya Sewon Screening 12 untuk menjaring penonton-penonton baru lewat program penayangan film yang diadakan di titik titik ramai kota jogja. Selain itu, Layar Lanskap juga akan diadakan di tempat-tempat berkesenian di Yogyakarta, selain menjaring penonton baru, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membuka ruang diskusi dan resonansi lewat medium film namun dengan sudut pandang kesenian non-film.
Catatan Program
Di tengah riuhnya dunia modern, kita bisa dengan begitu mudah menggenggam tangan mereka yang jauh di mata. Namun, layar yang menjembatani rindu ini sering kali berubah menjadi badai yang diam-diam melukai jiwa kita sendiri. Itulah mengapa kita perlu lebih lembut menjaga hati. Sebelum membiarkan diri kita hanyut dan larut dalam riak yang diciptakannya, ada baiknya kita berhenti sejenak untuk memeriksa kembali tali penghubung itu, demi melindungi kedamaian yang kita miliki.
Film-film dalam program ini disusun berdasarkan beberapa bentuk secara harfiah atau simbolik dari efek media internet yang kita pakai selama ini. Dengan tajuk “Bertaut Pada Riuh” kami ingin memperlihatkan sebuah pemikiran tentang bagaimana media perantara informasi modern ini dapat menjadi medan yang memiliki sifat dualitas dan saling melengkapi dari baik dan buruknya tetapi dalam satu waktu tetap menghubungkan orang di tiap-tiap sela waktunya.
Artikel Terkait

Tutup Gawai dan Bertaut pada Riuhnya Malam Malioboro
Malioboro, 23 Mei 2026 — Seperti narasi mengenai media sosial yang sering terdengar di masyarakat luas, media sosial jelas memiliki pengaruh baik dan buruk dalam kehidupan sehari-hari.
Film
Bersama Membangun Negeri
Deo Mahameru
Screen Time
Yumna Taqiyyah, Darrel Aydin Bahy
Trash Talk
Rizqullah Ramadhan Panggabean
Palsubuuk!
Rizki Wahyu Nugroho
Gombal From Home
Egi M. Ginanjar
Anxietus Domicupus
Gugun Arief