Harap Tunggu

SEWON SCREENING

Sewon Screening adalah salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Televisi dan Film dan sudah memasuki umur festival yang ke-6. Mengingat dari zaman ke zaman film akan terus berkembang, baik dari segi teknis, estetika, maupun unsur-unsur lainnya, dengan berpegang pada semangat “Angin Segar”, Sewon Screening selalu berusaha menghadirkan referensi yang segar setiap tahunnya dengan sudut pandang tertentu. Sebagai Festival, Sewon Screening tidak hanya menjadi titik temu antara film alternatif dengan penontonnya, tetapi juga tempat berjejaring komunitas, pengulas film, dan tentunya masyarakat umum.

PROFIL KURATOR

Kurator

Muhammad Al Fayed

KURATOR


Muhammad Al Fayed


Lahir di Samarinda, Kalimantan Timur Fayed merupakan alumni Film dan Televisi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta melalui program beasiswa Institut Seni Budaya Kalimantan Timur angkatan 2015. Fayed merupakan salah satu pendiri Komunitas Pemutaran dan Apresiasi Film Pendek di Samarinda yang bernama ‘Layar Mahakama’ dan pemilik dari Mahakama Equipment (Mahakama Group Foundation). Saat ini disibukkan memproduksi foto dan video campaign bersama DOAYBU Production.

Selama aktif dalam dunia film Fayed tercatat telah menyutradarai beberapa film pendek seperti Satu Jam (2016), Apes (2016), Yuwana Mati Lena (2017), Niqab: We Are Not Different (2017), Pulang (2019), Huma Amas (2020), dan Surat Yang Datang Tiap Menuju Petang (2020). Beberapa karyanya membawa Fayed meraih penghargaan Sutradara Terbaik dalam Festival Film Islami Lampung tahan 2017, dan Pekalongan Art festival di tahun yang sama. Filmnya yang berjudul Niqab: We Are Not Different (2017) meraih penghargaan sebagai Film Terbaik dan Film Favorit dalam Solo Documentary Film Festival 2018. Fayed juga sempat menjadi Juri diprogram Jogja Student Film Award-Jogja NETPAC Asian Film Festival (JAFF) tahun 2017, dan menjadi Programmer Indonesia Raja: Kalimantan Timur tahun 2019 dalam MINIKINO Film Week.

Kurator

Arief Akhamad Yani

KURATOR


Arief Akhamad Yani


Lahir di Malang, 15 September 1979 dengan sapaan akrab Yani, telah aktif dalam kegiatan perfilman di Indonesia sejak tahun 2003. Yani bekerja sebagai tenaga lepas di beberapa produksi media audio visual dan beberapa festival film besar yang ada di Indonesia. Sampai saat ini ia menjadi pengelola Community Forum Program Director di JAFF (Jogja NETPAC Asian Film Festival). Tidak sampai di situ Yani juga mengelola sekaligus pendiri permutaran keliling bersama Komunitas Lensa Mata Malang dari 2006 sampai sekarang. Yani juga memiliki beberapa kegiatan lain yang melibatkan komunitas seperti, Pengelola Temu Komunitas Film Indonesia 2016, Pengelola Jejaring Komunitas Film Indonesia dari 2005 sampai sekarang, dan Mengelola Komunitas Geber Film Blitar (Gerakan Belajar Bersama Remaja Blitar Raya).

Melanglang buana dalam pengelolaan forum komunitas, Yani juga aktif terlibat dalam beberapa produksi judul film baik film layar lebar hingga film pendek.Sosoknya menjadi unik karena tidak berkutat pada satu bidang saja, seperti pada Film Ziarah yang menyabet penghargaan untuk Best Asian Feature Salamindanaw Film Festival 2016 di Philipina ia menjadi Penata Artistik, Yani juga terlibat dalam film I am Hope 2015, Film Tiga Srikandi 2015, dan dalam film 9 Summer 10 Auntumns ia terlibat langsung sebagai pemeran pada tahun 2013. Pada produksi Film Pendek Yani sempat menjadi Produser pada film dokumenter Merdeka Atoe Mati 2019 (Kemendikbud), Line Produser pada film dokumenter Maha Guru Tan Malaka 2018 (Kemendikbud), dan yang terakhir film Java Man Sangiran 2019.

Kurator

Antonius Janu Haryono

KURATOR


Antonius Janu Haryono


Merupakan alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang menyelesaikan pendidikan Sarjananya pada tahun 2013 dan Pascasarjana tahun 2015. Saat ini ia disibukkan dengan menjadi Dosen di Fakultas Seni Media Rekam Prodi Film dan Televisi yang mengampu Mata Kuliah Penyutradaraan dan Teknik Audio Visual.

Sejak masih menjadi mahasiswa, Janu sudah aktif dalam pembuatan karya,hingga tahun 2019 karya film yang tercatat mencapai 23 film yang terbagi dalam film pendek dan film panjang baik fiksi maupun dokumenter, beberapa kali Janu juga sempat membuat videoArt dan serial animasi, dan serial program televisi. Beberapa judul karya film pendek yang ia sutradarai, Hot Spot (2010), Aksara Cinta (2010), Amplop Putih (2011), Channel (2011), Orphanemia (2012), dan kecuali di film Reno Asih (2014) ia menjadi Produser. Selain itu Janu melebarkan kiprahnya dalam dunia film melalui beberapa film panjang, antara lain Rumah dan Musim Hujan (2012) sebagai Ass. Kontiniti, Selibat (2013) sebagai sutradara, dan mengejar Embun (2016) sebagai Ass. Sutradara. Karya lain yang Janu sutradarai berupa film dokumenter berjudul Seeing Jesus In Javanese Face (2012), Jampi Gugat (2013), dan Empu Pungkasan (2014). Tidak puas sampai disitu, setelah sekian lama berkutat pada bidang penyutradaraan pada film-film sebelumnya, Janu juga sempat menjajal bidang audio film dengan menjadi Sound Recordist pada dua film dokumenter The Unseen Words (2017) dan Golek Garwo (2019).

OUR TEAM

Festival Director

Bias Cahaya

Festival Director


Bias Cahaya Lazuardi


Angin Segar dapat berasal dari manapun, dan tahun ini Sewon Screening menemukannya dalam Lokalitas; diantara film, teman, dan budaya terdekat dari kami. Dalam tiap ruang-ruang lokal ini, kami menyadari bahwa mungkin, hal terunik dan paling orisinil justru adalah yang terdekat dari kita. hal-hal yang orang lain atau tempat lain tidak mampu tiru.

Sewon Screening tidak akan terlaksana tanpa pihak-pihak yang membantu, terimakasih kepada semua rekan yang terlibat. meski belum sempurna, namun semoga Sewon Screening memberi ruang menonton, berdiskusi, dan berkenalan yang mampu memperluas wawasan dan relasi bagi para penontonnya.

Salam sinema!

Program Director

Zidan Raja

Program Director


Yusuf Zidan Raja Evalo Sondiraja


Sewon Screening kini memasuki pelaksanaannya yang keenam dan untuk pertama kalinya diadakan secara daring/Online. Tetap berpegang pada semangat Angin Segar, Sewon Screening akan menghadirkan sejumlah program baik pemutaran maupun Non-Pemutaran sebagai wadah apresiasi dan berbagi wacana baru seputar dunia film alternatif Indonesia. Berbicara tentang festival tentu tidak dapat dipisahkan dari sebuah pertemuan, namun kondisi saat ini tidak memungkinkan terjadinya hal tersebut secara fisik. Penggunaan media online kali ini kami harapkan dapat menghembuskan nama Sewon Screening lebih luas lagi serta menambah ikatan baru baik itu dengan komunitas, pengkarya, terlebih masyarakat umum yang mungkin masih awam dengan adanya festival/eksebisi film alternatif.

Semoga setiap film dan program yang kami sajikan dapat dinikmati tidak hanya sebagai suatu karya atau kegiatan yang patut dan harus diapresiasi tapi juga diingat sebagai suatu buah pemikiran yang dapat dicermati serta dibagi dengan sesama. Terima kasih dan selamat menikmati Angin segar Sewon Screening dimananpun kalian berada!

Festival Manager

Giannina Trixie

Festival Manager


Gianinna Trixie Lapian


Film terus menerus berkembang ditempat ia berada, dan tanpa disadari film tersebut memiliki karakter mereka masing-masing. Tahun ini Sewon Screening kembali dengan mendalami arti Lokalitas, tentang bagaimana cara film tumbuh dengan keotentikan yang ia miliki, dan berkembang bersama identitasnya sendiri.

Walaupun pada tahun ini kita hanya bisa berjumpa lewat layar monitor, kami berharap kita dapat lebih mengenal keunikan yang dimiliki oleh film-film yang ada, dengan menonton dan berdiskusi bersama teman-teman pecinta film di Sewon Screening.

Selamat menikmati angin segar dari selatannya Sewon Screening!