Author name: Festival Writer

Ulasan

Ulasan Dulhaji Dolena (2020)

Rumah menjadi tempat tinggal dan ruang aman untuk berlindung, tentunya sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Namun, keberadaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Salah satu tantangan terbesarnya adalah adanya bencana banjir, tidak hanya merusak properti tetapi juga mengganggu aktivitas harian. Menghambat mobilitas, mengisolasi akses jalan, hingga menghentikan kegiatan ekonomi, sekolah, dan rutinitas lainnya. Hal itu menimbulkan ketidakstabilan dalam kehidupan masyarakat yang terdampak. Film dokumenter “Dulhaji Dolena” karya Anita Reza Zein menangkap realitas ini lewat gaya cinéma vérité, dimana sang sutradara terlibat langsung dalam film ini, memotret kehidupan sosok Dulhaji yang bertahan hidup di tengah banjir rob yang terus menggenangi desanya.

Ulasan

Ulasan Pelabuhan Berkabut (2024)

Bapak, seringkali dianggap sebagai sosok yang menanggung beban terberat sebagai kepala keluarga dalam rumah tangga. Bapak harus memastikan kelangsungan hidup anggota keluarganya, memenuhi kebutuhan dasar, melindungi, dan bertahan di tengah tekanan hidup. Namun, bagaimana jika sistem yang ada justru menghalangi kemampuan bapak untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya, seperti akses untuk mendapatkan makanan bergizi? Film ‘Pelabuhan Berkabut’ karya Haris Yuliyanto, mengusung persoalan ini dengan metafora kepala ikan, menjadi representasi ketidakadilan dan pengorbanan dalam sistem pangan yang timpang. Ketimpangan ini bisa menjadi masalah serius karena tidak semua orang bisa mendapatkan makanan yang cukup, bergizi, dan terjangkau. Akan timpang, sebab ada wilayah dan kelompok masyarakat yang mudah mengakses makanan sehat dan bergizi, sementara yang lain kesulitan.

Ulasan

Ulasan Hari Yang Menyenangkan (2018)

Apa yang harus dilakukan ketika harus kehilangan hal paling berharga dalam hidup datang terlalu cepat, terlalu tiba-tiba, dan terlalu menyakitkan? Terutama ketika usia masih begitu muda, jiwa masih rapuh, dan dunia belum selesai dijelajahi. Bagaimana anak-anak yang belum sempat belajar menghadapi luka dipaksa menelan kenyataan yang tidak mereka minta? Bagaimana mereka bereaksi ketika dunia yang mereka kenal tiba-tiba berubah, hancur, dan meninggalkan kehampaan?

Ulasan

Ulasan Shinta Dating His Beloved Shint’a (2024)

Apa jadinya jika kisah cinta klasik seperti Ramayana tidak lagi digambarkan di atas panggung megah, melainkan berpijak pada realitas yang kasar dan keras di tengah riuh jalanan kota, di balik kostum tradisional yang lusuh, di antara deru kendaraan dan lampu-lampu jalan yang tak pernah benar-benar redup?

Artikel

Sewon Screening Unjuk Gigi dalam Layar Tandang Surabaya

Surabaya, 2025 — Sewon Screening berhasil mengadakan acara Layar Tandang Surabaya. Dalam pernyataan resminya, acara ini ditujukan untuk semua kalangan. Karena Kolaborasi yang baik dengan Independent film Festival dan Wisma Jerman, kursi penonon penuh dan film yang disajikan berhasil membuat Masyarakat terhibur.

SM_03097
Artikel

Berkenalan dengan Magnis Putri Exela: Di Balik Semangat Kolektif Sewon Screening 10

Sebagai festival film mahasiswa yang digerakkan oleh kolektivitas Himpunan Mahasiswa Film dan Televisi ISI Yogyakarta, Sewon Screening kembali menarik perhatian pada perayaan satu dekadenya tahun lalu. Penulis berkesempatan mengobrol dengan Magnis Putri Exela, Manajer Festival Sewon Screening 10, dan mendengarkan kisahnya dalam mengelola festival yang penuh dengan semangat dan tantangan.

ALF00570
Artikel

Pengen Movie Date yang Unik? Mending Nonton Layar Tancap Klasik Ala Sewon Screening

Zaman memang sudah modern, tapi tetap saja layar tancap masih dicari dan dinantikan. Masyarakat seperti sedang merindukan kembali suasana yang dulu sempat jadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Suasana nonton bareng di ruang terbuka menjadi hal yang mulai langka tapi masih banyak sekali peminatnya. Di beberapa titik, masih banyak masyarakat yang antusias ingin merasakan lagi untuk menonton layar tancap seperti dulu, saat-saat dimana bioskop belum seramai dan semewah sekarang. Sebab, selain suasananya yang khas, sebagian besar acara layar tancap diadakan tanpa pungutan biaya, alias gratis. Masyarakat umum bisa datang menikmati film dan mencari jejaring secara cuma-cuma.

Artikel

Jadi, Untuk Apa Kerja Keras Kita Membuat Film?

Membuat karya film merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Namun, tidak akan ada artinya jika tidak ada yang menonton. Sayangnya, seringkali terjadi pada kita sebagai sineas-sineas muda yang filmnya berhenti setelah proses produksi, sebab tidak ada rencana distribusi yang matang. Padahal, distribusi film adalah jembatan yang sangat penting, terlebih yang senang bukan hanya produser atau sutradara saja, tapi seluruh kru yang terlibat merasakan bahwa perjuangan mereka mendapat bayarannya ketika film itu bisa dinikmati.

Ulasan

Ulasan Sabung Raptor (2023)

Pada tradisi yang diwariskan turun-temurun di sebuah panggung, arena di mana sorak penonton terdengar. Memanggil ego manusia-manusia yang hadir dengan taruhan di tangannya. Seruan semakin terdengar kencang, semakin hebat, semakin riuh. Sama halnya dengan apa yang terjadi di film ini, “Sabung Raptor”.