Sewon Screening adalah salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Televisi dan Film yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2015. Tahun ini Sewon Screening sudah memasuki umur festival yang ke-5, menjadikannya salah satu di antara festival film yang terus berkembang di setiap tahun dan secara konsisten diselenggarakan setahun sekali di antara rentang bulan Oktober-November

“Angin Segar” merupakan tema yang menjadi patokan untuk acara Sewon Screening semenjak tahun lalu. Mengingat dari zaman ke zaman sebuah karya film pasti akan mengalami perkembangan, baik dari segi teknis, estetika, maupun unsur-unsur lainnya. Maka dari itu, dengan mengunakan tema ini diharapkan HMJ Televisi dan Film dapat mengadakan pemutaran film yang bersifat fresh atau menyegarkan setiap tahunnya mengikuti setiap perkembangan dengan sudut pandang tertentu. Dengan harapan film-film yang diputar dapat memberi pengalaman yang berguna bagi penonton nantinya.

Bagi Sewon Screening, yang sedari awal berfokus pada ruang pemutaran Film, Proses kurasi menjadi ornamen penting dalam memilah dan menjadi petunjuk bagi penikmat film yang kadang awam, atau dalam proses belajar menuju gambaran yang lebih jelas. Kurasilah yang menjembatani jarak di antara keduanya, Proses kurasi dalam Sewon Screening lebih merujuk pada bentuk pertanggung jawaban kami selaku penyelenggara terhadap publik. Melalui proses kurasi, dapat menentukan film seperti apa yang layak atau bahkan penting, dan menjadi upaya edukasi bagi penonton. Oleh karenanya kurasi merupakan hal yang mutlak diperlukan

Partisipan yang hadir di festival tidak hanya datang dari kalangan filmmaker, tapi ada Pengulas Film, Penggemar Film. dan Lomunitas Film Nasional, baik komunitas kampus maupun independent, Komunitas yang ikut hadir dalam Sewon Screening berasal dari bermacam-macam daerah, di antaranya, Yogyakarta, Jember, Solo, Malang, Bali, Aceh, Lampung, Jakarta, Bogor, Surabaya, Bandung, Semarang, Sidoarjo, Makasar, Malang, Tangerang, Padang, dsb. Banyaknya para komunitas yang berpartisipasi terus berkembang setiap tahunnya. Masuknya film-film submission internasional juga mendukung keberadaan Sewon Screening untuk berkembang ke festival internasional. Nama sewon Screening sendiri sudah diakui dalam ruang lingkup festival film karena menyajikan film-film yang menarik dan out of the box. Sistem temu komunitas Sewon Screening yang berdasarkan pada menjunjung tinggi keramahan, pelayanan, sehingga terjalaininya koneksi dan relasi antar komunitas, dijadikan tolak ukur pada beberapa festival film lainnya.

Sewon Screening juga lebih dalam dimaknai sebagai ruang-ruang belajar. bahwa semua tempat bisa menjadi sekolah dan semua orang bisa menjadi guru, dirasa sangatlah tepat di era modern ini. Melalui Sewon Screening diharapkan terciptanya keadaan demikian, dengan adanya diskusi publik sebagai wadahnya, juga dengan orang-orang yang punta kompetensi dibidangnya masing-masing, terkhusus praktisi dan akademisi perfilman. Edukasi yang tepat menjadi kunci dan dasar dalam menghadapi praktek selanjutnya, sebagai modal awal untuk memulai

Melalui kesempatan ini dan oleh film-film yang telah dikurasi, Sewon Screening mencoba memberi akses untuk mempertemukan karya film dengan lingkup lebih luas dari komunitas maupun non-komunitas di Indonesia, ke hadapan masyarakat umum dan mahasiswa jurusan Televisi dan Film. Oleh karena itu, acara Sewon Screening diharapkan dapat menjadi salah satu wadah apresiasi untuk film alternatif. baik itu lewat diskusi antar sesama saat acara berlangsung ataupun dalam bentuk output tulisan yang mengupas resensi film yang baru saja ditonton. hal demikian dibutuhkan sekali dalam menghidupkan hubungan antara filmmaker dan pengulas film, terlebih lagi untuk film itu sendiri. bagaimana film-film yang hadir mewakilkan sudut pandang penuh keragaman dan apresiasi yang beragam pula.

Film melalui proses panjang, diawali dari pra produksi, bagaimanakonsep dan ide dicipta untuk pertama kali. Setelah itu pada saat produksi, dimana film dieksekusi dalam bentuk audio dan visual, hingga di pasca produksi saat potongan gambar dirangkai menjadi kesatuan film yang utuh. Seringkali berhenti pada fase itu, padahal film perlu didistribusikan, menyebarkannya ke ruang/layar yang pas dan sesuai. Dan setelahnya pula perlu mendapatkan apresiasi dan respon yang layak dari penonton. Rangkaian kegiatan itu terjadi di ruang/ layar eksebisi, yaitu festival film. Dan yang terkahir, untuk mengetahui sekumpulan alur film tersebut hingga dapat menjalankannya dengan efektif dan efisien dibutuhkan pula edukasi yang tepat dan benar. Oleh kerananya, Sewon Screening ke-5 tahun 2019 ini, menamai dirinya ECONEMA, yaitu perwujudan visi dan misi Festival untuk terus memutar roda Ekosistem Sinema