Harap Tunggu

Program

Non-pemutaran

KBM (Kelas Bunga Matahari)

(25 Oktober 2020)

1. Kelas Intensif

Kelas Bunga Matahari merupakan sebuah program literasi yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi para khalayak tentang, bagaimana cara mengkaji sebuah film serta perkembangannya. Dari beragamnya latar belakang peserta, diharapkan mampu menghasilkan sebuah bentuk apresiasi yang tidak hanya membahas mengenai teknis namun juga keadaan sosial dan unsur film lain terhadap lingkungannya. Program ini diharapkan nantinya menghasilkan sebuah karya tulis berbentuk essai, resensi film, serta kritik film yang dibuat oleh peserta. Peserta merupakan perseorangan yang mendaftarkan kemudian diseleksi. Untuk mengikuti protokol yang berlaku dimasa pandemi, Kelas Bunga Matahari kali ini menggunakan kelas online, yang dilaksanakan menggunakan media zoom. Dengan dibantu fasilitator yang juga merupakan mahasiswa ISI mempermudah bagi peserta untuk bisa berdiskusi dengan baik.Kelas Intensif kali ini dibagi menjadi dua kelompok, yang setiap kelompok dipandu oleh seorang fasilitator. Kemudian di hari terakhir dibimbing oleh pemateri yang memberikan konklusi atas kritik dan apresiasi film.

PEMATERI

Pemateri

Agustinus Dwi Nugroho

Lahir di Temanggung, 27 Agustus 1990. Menempuh pendidikan film sejak tahun 2008 di sebuah akademi komunikasi di Yogyakarta. Di sini, ia mulai mengenal lebih dalam soal film baik dari sisi kajian maupun produksi. Ia lulus dan mendapatkan predikat cumlaude serta menjadi lulusan terbaik. Ia mulai masuk dalam komunitas Montase pada tahun 2008, yang kala itu masih fokus pada bidang apresiasi film melalui Buletin Montase, yang saat ini telah berubah menjadi website montasefilm.com.

Sejak saat itu, ia mulai aktif menulis ulasan hingga artikel film hingga saat ini. Ia juga menjadi editor buku Memahami Film Edisi Kedua (2017), serta menjadi salah satu penyusun dan penulis buku Kompilasi Buletin Film Montase Vol 1-3 (2018) serta 30 Film Indonesia Terlaris 2002 - 2018 (2019).

Di tahun 2014, ia meraih penghargaan kategori Penulis Skenario terbaik melalui film fiksi pendek, Superboy (2014) dalam ajang Festival Film Indie di Yogyakarta. Kemudian, film Arca menjadi official selection di 14th International Short & Independent Film Festival Dhaka 2016. The Painting of Wars : Aggression in the Eyes of Children berhasil menjadi finalis di ajang 12th Belize International Film Festival 2017, yang sebelumnya juga mendapatkan nominasi film dokumenter terbaik dalam ajang Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016.

Fasilitator

fasilitator

Achmad Rifqon

Mempunyai nama lengkap Achmad Rifqon Bachrun Najah, ia lahir di kota Magelang 23 Februari tahun 1998. Masih berstatus mahasiswa aktif di Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan Film dan Televisi. Dikenal sebagai seorang penulis yang saat ini sedang berusaha menyelesaikan studinya dengan mengambil konsentrasi di ranah kepenulisan skenario film. Selain itu, juga aktif terlibat dalam produksi film-film pendek bersama teman-temanya di kampus. Ia baru saja berkesempatan untuk mengikuti inkubasi penulisan skenario yang berfokus pada cerita-cerita anak. Kegemaranya menonton film sejak sekolah menengah atas, membuatnya juga berkeinginan menjadi seorang kritikus film. Sampai saat ini masih berusaha keras untuk terus mempelajari seluk-beluk keilmuan di dunia sinema. Baginya filem adalah sesuatu yang ajaib dan menonton filem menjadi kegiatan yang paling digemarinya. Pernah ikut serta menjadi juri Jogja Film Student Award dalam 13th Jogja Netpac Asian Film Festival mewakili almamaternya. Pernah mengikuti program Yuk Nulis di JAFF dan aktif juga sebagai moderator acara pemutaran film-film kampus.

fasilitator

Risky Duavania

seorang mahasiswa film yang tengah menekuni produksi film dokumenter, programming film, serta baru saja masuk ke dunia kajian dan kritik film. Tergabung di dalam Forum Film Dokumenter sebagai asisten program, content writer di Sekalixdisewon, kontributor penulis di kolektif zine film Cinemanic, serta klub kajian film bernama “Kelab Film” bersama dua akademisi lainnya. Saat ini berdomisili di Yogyakarta.

Daftar Peserta Kelas Intensif:

  1. Farhan Azmi
  2. Affan Afrian Pratama
  3. Junaidi Prahadani
  4. Hadafi Raihan Karim
  5. Edi Irwany
  6. Lisa Nurholiza
  7. Badhi Fadlul Rahman
  8. Indigo Gabriel Zulkarnain
  9. Wahyudha Herman
  10. Muhammad Latief
  11. Rio Akbar Jalu Pandita
  12. Kasiyanto
  13. Putri Wulan Maha Dewi
  14. Arifatul Nurwahdiah
  15. Farrel Agung Pratama
  16. Yusuf Kurniawan
  17. Renaldi Cahaya Utami
  18. Nova Chaira
  19. Faris Mukammil
  20. Claudio Cen
  21. Yahya Muhammad Nur
  22. Duafadia Dissa
2. Public Discussion

Public Discussion merupakan program turunan dari Kelas Bunga Matahari, dimana program ini dibuka untuk umum, dimana program ini akan membahas mengenai film dan perkembangannya. Dengan memgundang narasumber, program ini berupaya untuk memberikan pengetahuan pada khalayak mengenai ekosistem film. Sesuai dengan sub tema Sewon Screening kali ini yaitu “Lokalitas” maka Public Discussion pada Kelas Bunga Matahari , akan membahas mengenai “Lokalitas Sebagai Ekosistem Film” Pembicara di Public Discusion kali ini adalah Lulu Ratna dimana beliau merupakan pengurus Boemboe Forum, dimana dalam bahasan tersebut membahas mengenai perbedaan ciri khas sebuah film dari setiap daerah yang cocok dengan bahasan kali ini lokatias pada film.Masih sama dengan program yang lain, di masa pandemi kali ini, maka acara dilaksanakan secara online, dengan menghubungkan pembicara dengan moderator melalui media zoom yang kemudian di live streamingkan di platform YouTube.

PEMATERI

Pemateri

Lulu Ratna

Lahir di Jakarta. Lulus dari Antropologi, Universitas Indonesia tahun 1997. Pernah bekerja menjadi organiser dan juri di beberapa festival film nasional dan internasional. Aktif di Organisasi boemboe (kurator Calon Nominasi Film Pendek FFI 2017-2020) dan COFFIE (Coordination for Film Festival in Indonesia). Sejak 2016 menjadi Dosen Tidak Tetap di Prodi Film Universitas Multimedia Nusantara, Serpong. Saat ini sedang menyelesaikan studi Seni Urban dan Industri Budaya di Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta.

FORKOM (Forum Komunitas)

(24 Oktober 2020)

Forum Komunitas adalah salah satu program dari Sewon Screening yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mempertemukan komunitas di seluruh Indonesia. Dalam temu komunitas ini, akan berduskusi mengenai Film Nasional ataupun Internasional, Apresiasi Film, Festival Film, hingga Perkembangan berbagai Komunitas Film.

Komunitas menjadi ruang yang baik untuk menampung gagasan-gagasan hingga membentuk visi dan misi dalam suatu komunitas. Pada Sewon Screening kali ini, meskipun komunitas – komunitas ini tidak dapat berkumpul dalam satu tempat yang sama, Sewon Screening tetap akan mempertemukan semangat komunitas untuk membahas perfilman meskipun melalui sistem daring.

Forum komunitas kali ini diikuti oleh 23 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap komunitas, yang dilaksanakan melallui media zoom , kemudian di live streamingkan melalui platform YouTube.

Narasumber

Kolektif

Kolektif Film

Kolektif film melakukan distribusi film dengan bekerja sama dengan komunitas lokal untuk menyelenggarakan pemutaran film, distribusi film dan juga workshop dengan banyak tema yang menyangkut tentang pendidikan serta pembelajaran. Dengan tujuan dapat memiliki komunitas film yang berkelanjutan. Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kolektif yaitu FMM (Festival Musik Makan) bertujuan sebagai ruang berkumpul pelaku-pelaku atau sineas-sineas dan pegiat film independen. FMM disiapkan sebagai tempat pemutaran perdana film-film independen. FMM juga bekerjasama dengan musisi lokal untuk mengoptimalkan ruang ini sebagai tempat manggung.

Muvee

Muvee ID

Muvee Id merupakan aplikasi streaming film berbasis online yang berpusat di Yogyakarta yang pelopori oleh Irfan Faiz dan Fahmi Adimara. Aplikasi ini sangat berguna bagi sineas-sineas film untuk dapat mendistribusikan filmnya secara online. Muvee sendiri menggunakan model bisnis sharing economy atau peer to peer yang memungkinkan para sineas nanti mendapatkan revenue dari film mereka yang di submit di aplikasi muvee dan juga menggunakan system anti screnshoot dan screnrecorder pada aplikasi muvee untuk mengantisipasi aksi-aksi pembajakan pada film-film yang ada di muvee.

Daftar Komunitas

Nama Komunitas Email
Aceh Menonton [email protected]
Sinelakon [email protected]
Metasinema [email protected]
Unisipc [email protected]
yayasan asperger [email protected]
BIRO FILM & TELEVISI UDINUS [email protected]
Bandung Independent Film Festival (BIFF) [email protected]
Saskine [email protected]
Hujan films [email protected]
Avikom UPN Veteran Yogyakarta [email protected]
Keluarga Mahasiswa Televisi Dan Film [email protected]
Yayasan Kampung Halaman [email protected]
Nol-derajat [email protected]
Pijart.pro [email protected]
Sidestream Film [email protected]
Broadcast Politeknik Negri Media Kreatif [email protected]
societo sineklub ub [email protected]
HMJ Televisi dan Film ISI Padangpanjang [email protected]
Sineas HSS [email protected]
Passe TV [email protected]
LFM ITB [email protected]
Sinerupa Screening [email protected]

PAMERAN POSTER DAN ARSIP

(23-25 Oktober 2020)

Poster Film merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia film, poster film ini memgambil peran penting dalam proses promosi dan publikasi sebuah film, selain itu, poster film juga berperan penting untuk menarik perhatian calon penonton. Melalui Program Pameran Poster dan Arsip ini, Sewon Screening ingin membagikan kisah perjalanan awal Sewon Screening hingga bisa bertahan di Sewon Screening 6. Kami ingin mengajak khalayak untuk bernostalgia pada Sewon Screening dan mengikuti perjalanan sejarah Sewon Screening serta mengajak khalayak untuk mengapresiasi poster-poster film dari film-film Sewon Screening yang lolos dalam tahap kurasi film. Pameran Arsip dan Poster kali ini dilaksanakan secara online dengan menggunakan aplikasi ArtStep, pengunjung dapat mengunjungi pameran secara online, demi mengikuti protokol kesehatan selama pandemi