Pagi di hari Selasa (9/08/2019) menjadi awal dari rangkaian kegiatan panjang Sewon Screening #5 hari kedua. Dibuka dengan Kelas Bunga Matahari (selanjutnya ditulis KBM) yang diadakan di Studio 1 Prodi Film dan Televisi.

Mengundang Siska Raharja sebagai pembicara dengan tema “Tetap Idealis, Tetap Berkarya”, KBM hari kedua ini mampu mengundang banyak pendengar.

Obrolan dan ilmu yang diberikan oleh pembicara mengundang sebuah pertanyaan yang menarik: “Setiap orang punya idealis. Idealis itu, bisa kita akui sendiri atau diklaim oleh orang lain (secara positif)?”

Siska Raharja menjawab pertanyaan tersebut dengan: “Dua-duanya sih, tapi lebih bagus film kita itu yang bicara sendiri. Orang orang akan menganggap. tapi gak bisa satu film ya, Kalo kamu udah bikin 2 atau 3 film, barulah orang bisa ketahuan seperti apa trademarkmu. Tapi kamu juga bisa ngeklaim sebenernya. Karena sebagai sutradara atau produser harus bisa menjual ide atau trademark kita, yang ga akan orang lain punya.”

Pada pukul 14.00 waktu setempat, Open Gate untuk pemutaran pertama telah dilakukan. Para pengunjung dipersilahkan untuk mengisi daftar hadir dan melakukan pengecapan sebagai tanda bukti untuk masuk ke ruang AUVI.

Atmosfir antusias dapat dirasakan ketika banyaknya hadirin yang mengisi daftar hadir dan memasuki AUVI berbondong-bondong. Mereka akan menyaksikan pemutaran bertemakan: Berkeluarga. Dengan 4 film berjudul: Rooftop & Afternoon Talks, Meja Makan, Rawuh, dan Mole.

Seusai sesi pemutaran berakhir, dibukalah sesi pertanyaan. Ketika salah satu dari keempat filmmaker ditanya kenapa memilih tema keluarga untuk filmnya, Agung, sutradara dari film Rawuh menjawab: “Saya mengambil tema keluarga karena menurut saya itu, nanti film bisa nyampek ke lingkungan saya gitu”.

Matahari mulai terbenam dan tibalah saat yang ditunggu-tunggu untuk pemutaran terakhir pada hari kedua, membawa konsep Focus On terhadap salah satu Sutradara dan kebetulan alumni dari ISI Yogyakarta, Reza Fahriansyah.

Banyak dari komunitas, masyarakat umum, dan mahasiswa ISI mengisi daftar hadir sebelum memasuki ruang AUVI dan menyaksikan 4 film karya Reza Fahriansyah yang akan diputar berjudul: Lyn, Sedeng Sang, Oleh-oleh, dan Kembalilah dengan tenang.

Film Kembalilah dengan tenang mampu menutup pemutaran film hari kedua dengan gelak tawa yang riuh, sedari awal penonton disajikan dengan drama yang mengiris hati namun diakhiri dengan cara yang menggelitik. Hal tersebut membuat seisi AUVI tepuk tangan dengan riuh.

Ketika sesi bertanya dibuka, Reza ditanyai tentang tema tidak enakan yang diusung oleh beberapa film yang dia buat. “. Itu harusnya gak kayak gitu, tapi dilain sisi ada dasarnya yang kuat, seperti umroh, ada ibu-ibu yang patungan, tapi disatu sisi ada positif dan negative, tergantung menanggapi, karena sosial yang membentuk itu. Jadi menurutku tergantung porsinya aja sih melestarikan itu. Karena hokum sosial susah dilawan.” Jawabnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *