Pre Event #1 – L’écran Soirée

Secara di sengaja atau tidak, Paris dan Jogja mempunyai kesamaan dalam sentuhan seni tata ruang kotanya. Sama-sama mempunyai garis imajiner yang membelah kota dan bernilai filosofis bagi masyarakatnya. Tata ruang sebuah kota tidak mungkin dipisahkan dari siapa pemimpinnya saat itu, pengalaman selama puluhan tahun tentang berkehidupan membuat kecenderungan manusia untuk mengkaryakan sesuatu akan semakin kuat karakternya. Paris dan Jogja sekarang ini masih menjadi tujuan utama perihal kesenian di negaranya masing-masing karena konsistensinya.

Dalam program ini mencoba menghadirkan perspektif dua kota ini dalam merespon berkembangnya keadaan melalui media film. Selanjutnya, film-film yang hadir di program ini akan menyuguhkan perspektif tentang tempat,cinta, dan kematian. Pilihan ini sangat berkaitan seperti sebuah kesatuan dalam sebuah ekosistem kehidupan.

Akhir kata, selamat menonton film-film dari program ini dan selamat berbagi perspektif.

–Tim Program

Sewon Screening #5 bersama Festival Sinema Prancis mempersembahkan L’écran Soirée // Layar Sonten // Layar Sore. Acara ini diadakan sebanyak 3 kali pada tanggal 22 Agustus, 9 September, dan 25 September di IFI-LIP Yogyakarta. Acara ini merupakan program Sewon Screening yang baru ada di Sewon Screening tahun ke lima ini dan terletak pada program Pra Event – Road to Sewon Screening. Acara pertama akan dilaksanakan pada tanggal Kamis, 22 Agustus 2019 dengan tema “Habitat et Habitants (Manungsa lan Panggonané” , berikut adalah 3 daftar film yang akan ditayangkan :

1. Tilik (Wahyu Agung Prasetyo | Indonesia)

Sinopsis

Dian adalah seorang kembang desa. Banyak lelaki yang mendekatinya hingga datang melamarnya. Warga desa bergunjing tentang status lajang Dian. Dalam satu kesempatan perjalanan naik truk dalam rangka menjenguk (tilik) Bu Lurah di Rumah sakit di kota, beberapa warga berdebat tentang siapa yang bakal mempersunting Dian. Perjalanan “tilik” menjadi penuh gosip dan petualangan bagi para warga desa yang naik truk tersebut.

2. Loz Jogjakartoz (Tata Sidharta | Indonesia)

Sinopsis

Artos berhasil mendapatkan seekor burung mahal yang menjadi incaran banyak orang. Sialnya burung itu justru membawanya masuk ke dalam persoalan-persoalan besar yang harus Ia hadapi. Polisi hingga preman pun turut terlibat untuk memperebutkan burung itu. Artos kini berada dalam bahaya, mau tak mau ia harus melawan mereka semua demi mendapatkan kembali burung itu meski nyawa menjadi taruhannya.

3. Maman(s) (Maïmouna Doucouré | Prancis)
Sinopsis

Aida (8) tinggal di sebuah apartemen pinggiran kota di Paris. Suatu hari, ayahnya kembali dari perjalanannya ke Senegal, negara asal mereka, ditemani oleh pemuda Senegal, Rama, yang ia persembahkan sebagai istri keduanya. Kehidupan sehari-hari Aida dan seluruh keluarga benar-benar kesal. Aida, peka terhadap kekacauan ibunya, memutuskan untuk menyingkirkan pendatang baru.

BIOGRAFI SUTRADARA

Jadi bagi teman-teman yang sedang berada di Yogyakarta atau ingin menonton sebuah tayangan film hasil kerjasama Sewon Sreening #5 bersama Festival Sinema Prancis lalu berdiskusi mengenai film yang ditayangkan, teman-teman bisa datang ke acara ini dan kami akan menyambut teman-teman dengan suka cita. [raf]

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *